20 Jan 2017, 03:30

PALU – Celebest FC berhasil menahan imbang Martapura FC di Stadion Gawalise Palu dengan skor 1-1 Minggu 30 Oktober 2016. Laga yang berlangsung sengit ini diwarnai dengan dua kartu merah masing-masing kepada kedua tim.

Dua kartu merah itu diberikan kepada Renaldy dari Celebest FC. Renaldi mendapat kartu kuning kedua setelah menjatuhkan pemain Martapura FC. Satu kartu merah lainnya diberikan kepada Jajang Nurjaman dari Martapura FC yang bermain tidak terkontrol sehingga diusir wasit dari lapangan.
Pertandingan Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016 Putara kedua Grup C ini berlangsung sangat ketat. Sejak peluit babak pertama dibunyikan wasit, kedua tim bermain imbang tanpa gol.
Gol baru tercipta di babak kedua melalui kaki pemain pengganti Muhammad Aidil Bogel yang memanfaatkan kelengahan pemain belakang Celebest FC. Gol ini membuat pasukan Tanduk Anoa terkejut dan mencoba bangkit untuk mengejar ketinggalan.

Anak asuh Rudy Eka Priyambada ini secara statistik menguasai jalannya pertandingan. Sejumlah percobaan serangan dilakukan oleh pasukan Tanduk Anoa namun belum membuahkan gol.
Di tengah kebuntuan, Rudy Eka memasukkan pemain sayap Riyanto menggantikan M. Syahril. Masuknya Riyanto ternyata membuat permainan Celebest FC semakin tajam. Buntutnya, jala gawang Martapura FC yang dijaga Juni Irawan terkoyak setelah pemain depan Celebest FC Imam Bayhaqi menceploskan bola setelah terlibat kemelut di kotak pinalti.

Skor 1-1 untuk kedua tim tidak berubah hingga peluit panjang tanda pertandingan berakhir dibunyikan wasit Ridwan Pahala dari Bandung.

Manager Coach Celebest FC Rudy Eka Priyambada mengaku sudah melakukan hal terbaik dalam melakoni laga melawan Martapura FC. Rudy Eka juga memuji kecemerlangan kiper Martapura yang berhasil menggagalkan sejumlah serang anak asuhnya. Meski demikian, Rudy mengaku akan merotasi sejumlah pemain dengan akan memainkan pemain-pemain muda miliknya.

“Meski kami menguasai jalannya pertandingan namun harus diakui penjaga gawang Martapura bermain sangat bagus. Masih susahnya menahan emosi juga akan saya evaluasi, nanti akan ada rotasi pemain,” jelas Rudy kepada wartawan saat konferensi pers.
Pelatih kepala Martapura FC Frans Sinatra juga mengaku sudah mengantisipasi permainan Celebest FC dengan meminta anak asuhnya untuk bermain tenang. Sayangnya kata Frans, justru pemain lawan yang malah terpancing emosi.

“Saya akui Celebest bermain sangat bagus. Sayangnya adanya kartu merah itu disebabkan anak-anak Celebest terpancing emosi,” tandas Frans.
Dengan skor 1-1 ini Martapura FC berhasil membawa pulang poin satu dan masih memuncaki klasemen grup C dengan poin 8 dibayang-bayangi Perserang dengan poin sama setelah mengalahkan Persik Kediri. 

POPULAR NEWS